Showing posts with label Islami. Show all posts
Showing posts with label Islami. Show all posts

Monday, 25 April 2016

Petunjuk Islam dalam menggunakan Internet

Petunjuk Islam dalam menggunakan Internet
Tentu karena Internet ditemukan pada abad ini, tidak ada penyebutan Internet dalam Al-Qur'an dan Hadits. Namun, nilai-nilai ajaran Islam yang universal tetap relevan dan mencakup persoalan apapun, termasuk dalam menggunakan Internet sekalipun.

Salah satu mukjizat Al-Qur'an yaitu berisi petunjuk bagi kehidupan, mulai dari sifat personal hingga sosial dengan lingkup yang global. Petunjuk tersebut ada dalam Al-Qur'an baik secara jelas (eksplisit) ataupun secara tersamar (implisit). Sebagai pedoman hidup, Al-Qur'an dan Sunnah Nabi Muhammad pasti relevan untuk dirujuk untuk mencari solusi persoalan baik di masa lalu, masa kini, atau bahkan masa depan sekalipun.

Terkait perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, kita juga bisa mendapatkan petunjuk dari Al-Qur'an dan Al-Hadits. Memang tidak ada teks yang secara spesifik menyebutkan kata internet, namun nilai-nilai yang terkandung dalam Islam pasti masih bisa dikaitkan dengan persoalan apapun, termasuk Internet ini. Dan berikut ini saya akan menjelaskan sedikit tentang Petunjuk menggunakan Internet yang tentunya menurut Agama Islam.

1. Larangan Berlebih-lebihan

Salah satu persoalan yang terjadi pada masa sekarang ini yaitu tentang Berlebih-lebihan dalam menggunakan Internet. Berlebih-lebihan ini tidak hanya dalam persoalan waktu, tetapi berlebihan disini juga mencakup uang yang kita keluarkan untuk mendapatkan akses internet tersebut. Sebagaimana dalam Al-Qur'an telah dijelaskan yang artinya : "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebih-lebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan." (Q.S Al-A'raaf [7] : 31)

Pada Ayat diatas memang tidak ada kata yang menyebutkan bahwa berlebihan dalam menggunakan internet itu dilarang. Tetapi didalam ayat tersebut sudah jelas bahwa Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan dalam semua hal, termasuk dalam menggunakan internet. Jadi kalo sobat menggunakan internet yang secukupnya saja yahhh..

2. Menghindari Pornografi

Bisa dikatakan bahwa pornografi sudah menjadi hal yang umum bagi pengguna internet. Hal ini dkarenakan banyaknya situs yang menyediakan pornografi, iklan bernuansa pornografi yang masuk tanpa terkendali, atau spam (penyusup) yang membawa pesan pornografi. Asalkan kita tidak terjerumus dan tergoda pada hal-hal yang sudah saya sebutkan diatas, maka itu berarti kita bisa mengendalikan diri dalam menggunakan internet.

Larangan megakses pornografi tentu sudah memiliki alasan tersendiri yang dijelaskan menurut Agama Islam. Larangan itu dikarenakan jika aktivitas itu terjadi, maka akan menyebabkan kita pada perzinaan atau kriminalitas seksual. Dalam Al-Qur'an telah dijelaskan dalam surat Al-Mu'minuun ayat 5-7 : "(5.) Dan orang-orang yang memelihara kemaluannya, (6.) kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela. (7.) tetapi barangsiapa mencari di balik itu (zina dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (Q.S Al-Mu'minuun [23] : 5-7).

3. Menggunakan Bahasa yang Baik

Banyak kasus hukum dan kejahatan terjadi akibat pengguna internet tidak bisa menggunakan bahasa yang baik dalam berkomunikasi. Kesalahpahaman ini juga sering terjadi akibat perbedaan "gaya bahasa" konversional di media sosial.

Sebagai musim, kita dianjurkan untuk bertutur kata yang sopan kepada semua orang. Termasuk dalam hal membuat status, berkomentar, ataupun membuat postingan dan lain sebagainya. Nabi Muhammad pernah berpesan untuk umatnya dalam Haditsnya : "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam" (HR. Bukhari). Maksud dari Hadits tersebut yaitu hendaklah kita (orang muslim) berkata yang baik dan bermanfaat, dan jika kita tidak bisa berkata yang baik, maka lebih baik kita diam.

4. Berbagi Kebaikan

Islam memerintahkan untuk berbuat kebaikan dan berbagi kebaikan dimanapun dan kapanpun kita berada. Itu adalah perwujudan operasional dari Islam rahmatan lil 'alamin. Rasulullah berpesan pada umatnya : "Tangan diatas lebih baik dari tangan dibawah" (HR. Bukhari Muslim).

Dalam konteks penggunaan internet, biasanya kita masih berkedudukan sebagai "peminta". Yaitu orang yang meminta sesuatu dari internet, bisa berupa gambar, video, download lagu, dan lain sebagainya. Dan disisi lain, kita jarang memberikan sesuatu yang baik untuk pengguna internet, salah satu contoh berbagi kebaikan yang paling umum digunakan adalah dengan membuat sebuah Website atau Blog. Dan jika masih bingung dengan Blog, maka silahkan mengunjungi artikel saya yang satunya tentang Cara membuat Blog dan sobat bisa berbagi kebaikan melalui Blog sobat.

5. Menciptakan Viral Positif

Nabi Muhammad berpesan : "Orang mukmin dengan orang mukmin lainnya seperti sebuah bangunan, saling menguatkan satu sama lain" (Shahih Muslim). Dalam dunia maya dikenal istilah "viral", yaitu sesuatu yang menyebar berantai.

Pengguna internet di Indonesia termasuk yang terbanyak didunia. Dengan penduduk mayoritas muslim, yang artinya pengguna internet juga seorang muslim. Jika saja kita suka menyebarkan kebaikan, maka internet akan diwarnai dengan kebakan. Sayangnya, kadang ketidak-baikan yang lebih mudah menyebar, seperti hoax, fitnah, atau konten negatif. Maka dari itu, jika sobat rasa artikel ini bermanfaat atau akan membawa kebaikan dimasa mendatang, maka tidak ada salahnya jika membagikan artikel ini. Seperti pada point no.4 

Akhir Kata

Demikian beberapa nilai-nilai sekaligus petunjuk dalam menggunakan internet menurut agama Islam yang bisa kita jadikan pedoman dalam beraktifitas di dunia maya.
Baca selengkapnya

Saturday, 16 April 2016

3 Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an

3 Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an
3 Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an - Sebagaimana benda yang lainnya yang juga mempunyai tujuan, tentunya Al-Qur'an juga memiliki sangat banyak sekali Tujuan Diturunkannya.

Kitab yang dibawa oleh Nabi Muhammad ini merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad dan merupakan kitab yang terakhir, atau tidak akan ada kitab yang lain yang diturunkan setelah kitab Al-Qur'an ini.

Selain merupakan kitab yang dibawa oleh Nabi Muhammad, keistimewaan lain Al-Qur'an yakni diturunkannya pada bulan Ramadhan, atau yang sering kita sebut sebagai bulan suci. Yang didalamnya (bulan Ramadhan) memiliki banyak sekali kebaikan.

Dan tentunya, Al-Qur'an memiliki sangat banyak sekali tujuan diturunkannya.

Tetapi kali ini saya akan memberikan 3 Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an pada pemirsa setia TKJjunior. hehehe..

Baiklah langsung saja kita akan membahasnya satu persatu dari 3 Tujuan tersebut.

1. Sebagai petunjuk bagi manusia menuju kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

2. Sebagai pnjelasan ajaran-ajaran dan hukum-hukum syari'at Islam untuk kebaikan manusia disaat hidup maupun mati.

3. Sebagai pemisah antara yang Haq dan yang Bathil, antara kebaikan dan kejahatan, antara  kebahagiaan dan kesengsaraan, dan antara petunjuk dan kesehatan.

Tiga Tujuan utama diturunkannya Al-Qur'an yang sudah saya sebutkan diatas tentunya bukan asal-asalan, tetapi saya bisa menyebutkannya karena saya menemukan ayat Al-Qur'an yang menjelaskannya mengenai 3 Tujuan tersebut. Dan inilah arti dari firman Allah tentang Tujuan diturunkannya Al-Qur'an :

"Bulan Ramadhan, ialah bulan yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang salah)." (QS. Al-Baqarah [2]:185)

Yang saya kasih huruf tebal pada ayat tersebut merupakan inti dari apa yang saya jelaskan tadi. Tetapi, ayat tersebut bukanlah sepenuhnya dari ayat 185 dari surat Al-Baqarah, melainkan hanya sebagian, dan saya ambil hanya yang menerangkan sesuai pembahasan kita kali ini.

Mungkin cukup sekian pembahasan islami kita kali ini. Bila dirasa artikel ini bermanfaat, jangan sungkan membagikan artikel ini kepada kawan-kawan kalian. Terima Kasih.
Baca selengkapnya

Thursday, 14 April 2016

18 nama lain Al-Qur'an yang perlu kita ketahui


Kitab Al-Qur'an, atau kitab akhir zaman ternyata tidak hanya memiliki 1 nama, tetapi kitab yang dibawa oleh nabi Muhammad ini mempunyai beberapa nama lain yang berasal dari ayat-ayat tertentu dari Al-Qur'an itu sendiri tetapi memakai istilah tertentu yang akan merujuk pada Al-Qur'an, atau bahasa gampangnya nama lain tersebut tidak keluar dari nama Al-Qur'an itu sendiri.

Baca Juga : Cara penggunaan harta dan hukumnya.

Dan baiklah langsung saja, ini dia 18 nama lain Al-Qur'an lengkap beserta arti dan dalilnya yang perlu kita ketahui sebagai umat muslim:
18 nama lain Al-Qur'an yang perlu kita ketahui

1. Al-Kitab (Buku)

"Kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa." (QS. Al-Baqarah [2]:2)

2. Al-Bayan (Penerang)

"Inilah (Al-Qur'an) suatu keterangan yang jelas untuk semua manusia, dan menjadi petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa." (QS. Ali-Imran [3]:138)

3. An-Nur (Cahaya)

"Wahai manusia! Sesungguhnya telah sampai kepadamu bukti kebenaran dari Tuhan-mu, (Muhammad dengan mukjizatnya) dan telah Kami Turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al-Qur'an)." (QS. An-Nisaa' [4]:174)

4. Al-Kalam (Firman/Ucapan)

"Dan jika diantara kaum musyrikin ada yang meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah agar dia dapat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. (Demikian) itu karena sesungguhnya mereka kaum yang tidak mengetahui." (QS. At-Taubah [9]:6)

5. Al-Mau'idhah (Pelajaran/Nasihat)

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhan-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus [10]:57)

6. Asy-Syifa' (Obat/Penyembuh)

"Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur'an) dari Tuhan-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus [10]:57)

7. Al-Hukm (Peraturan/Hukum)

"Dan demikianlah Kami telah Menurunkannya (Al-Qur'an) sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab. Sekiranya engkau mengikuti keinginan mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada yang melindungi dan yang menolong engkau dari (siksaan) Allah." (QS. Ar-Ra'd [13]:37)

8. Al-Balagh (Penyampaian/Kabar)

"Dan (Al-Qur'an) ini adalah penjelasan (yang sempurna) bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, agar mereka mengetahui bahwa Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan agar orang yang berakal mengambil pelajaran." (QS. Ibrahim [14]:52)

9. Adz-Dzikr (Pemberi peringatan)

"Sesungguhnya Kami-lah yang Menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur'an), dan pasti Kami (pula) yang Memeliharanya." (QS. Al-Hijr [15]:9)

10. Al-Busyra (Kabar gembira)

"Katakanlah, RuhulQudus(Jibril) menurunkan Al-Qur'an itu dari Tuhan-mu dengan kebenaran, untuk meneguhkan (hati) orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang yang berserah diri (kepada Allah)." (QS. An-Nahl [16]:102)

11. Al-Hikmah (Kebijaksanaan)

"Itulah sebagian hikmah yang Diwahyukan Tuhan kepadamu (Muhammad). Dan janganlah engkau mengadakan tuhan yang lain disamping Allah, nanti engkau dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela dan dijauhkan (dari rahmat Allah)." (QS. Al-Israa' [17]:39)

12. Al-Furqaan (Pembeda antara yang benar dan salah)

"Maha Suci Allah yang telah Menurunkan Al-Furqaan (Al-Qur'an) kepada hamba-Nya (Muhammad), agar dia menjadi pemberi peringatan kepada seluruh alam (jin dan manusia)." (QS. Al-Furqaan [25]:1)

13. At-Tanzil (Yang diturunkan)

"Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar Diturunkan oleh Tuhan seluruh alam." (QS. Asy-Syu'araa' [26]:192)

14. Ar-Rahmat (Karunia)

"Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu benar-benar menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (QS. An-Naml [27]:77)

15. Al-Qaul (Perkataan/Ucapan)

"Dan sungguh, Kami telah Menyampaikan perkataan ini (Al-Qur'an) kepada mereka agar mereka selalu mengingatnya." (QS. Al-Qashash [28]:51)

16. Ar-Ruh (Ruh)

"Dan demikianlah Kami Wahyukan kepadamu (Muhammad) ruuh (Al-Qur'an) dengan perintah Kami. Sebelumnya engkau tidaklah mengetahui apakah kitab (Al-Qur'an) dan apakah iman itu, tetapi Kami jadikan Al-Qur'an itu cahaya, dengan itu Kami Memberi petunjuk sapa yang Kami Kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sungguh, engkau benar-benar membimbing (manusia) kepada jalan yang lurus." (QS. Asy-Syuura [42]:52)

17. Al-Basha'ir (Pedoman)

"(Al-Qur'an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." (QS. Al-Jaatsiyah [45]:20)

18. Al-Huda (Petunjuk)

"Dan sesungguhnya ketika kami (jin) mendengar petunjuk (Al-Qur'an), kami beriman kepadanya. Maka barangsiapa beriman kepada Tuhan, maka tidak perlu ia takut rugi atau berdosa." (QS. Al-Jin [72]:13)

Akhir kata..

Mungkin cukup sekian pembahasan kita mengenai 18 nama lain Al-Qur'an yang perlu kita ketahui ala TKJjunior.. Jangan lupa bagikan postingan ini jika menurut Anda postingan ini bermanfaat :) Terima Kasih.
Baca selengkapnya

Tuesday, 5 April 2016

Cara-cara penggunaan harta dan hukum-hukumnya.

Menafkahkan Harta di Jalan Allah

Seperti yang telah di jelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah pada ayat 261 yang menjelaskan mengenai perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah. Dan kali ini kita akan membahas hal tersebut ala TKJjunior. Dan berikut arti dari surat Al-Baqarah ayat 261 :

Cara-cara penggunaan harta dan hukum-hukumnya.261. “Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah Melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas, Maha Mengetahui.”

Saya akan menjelaskan sedikit demi sedikit pada sobat sekalian mengenai penjelasan dari ayat tersebut. Yaitu seperti yang saya singgung sebelumnya, bahwa ayat ini menjelaskan tentang perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah. Dan seperti yang kita tahu di ayat tersebut diatas, maka kita bisa mengambil sebuah kesimpulan yang sangat simpel, saya ambilkan sebuah contoh. Seseorang menginfakkan sebagian uangnya, katakanlah Rp.10.000, maka dari penjelasan ayat di atas bisa kita lihat bahwa Allah melipatgandakan uangnya yang Rp.10.000 menjadi Tujuh tangkai yang artinya dikalikan dengan tujuh, menjadi Rp.70.000 dan dari tujuh tangkai tersebut, setiap tangkainya ada seratus biji, yang artinya Rp.70.000 tersebut dikalikan dengan 100, karena di setiap tangkai yang tumbuh berisi 100 biji, maka hasilnya Rp.700.000, bayangkan betapa Maha Kayanya Allah. Wallahua’lam.

Akhir kata

Mungkin cukup sekian dakwah ala TKJjunior kali ini, bila ada salah kata mohon di maklumi, cukup sekian dan Terima Kasih.
Baca selengkapnya

Wednesday, 23 March 2016

Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin

Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir dan kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin

Kesenangan sementara bagi orang-orang kafir.

Seperti yang telah di jelaskan dalam Al-Qur'an surat ali-imron ayat 196-197 yang artinya :

196."Jangan sekali-kali kamu teperdaya oleh kegiatan orang-orang kafir (yang bergerak) di seluruh negeri." 

197."Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat kembali mereka ialah neraka Jahannam. (Jahannam) itu seburuk-buruk tempat tinggal."

Maksud dari dua ayat di atas yaitu, kita (orang mukmin) tidak boleh teperdaya ataupun mengikuti kegiatan orang-orang kafir di seluruh negeri yang memang merencanakan agar orang-orang mukmin teperdaya dan mengikuti kegiatan atau kebiasaan mereka (orang-orang kafir), dikarenakan semua itu hanyalah kesenangan sementara (tidak di bawa sampai ke alam akhirat) dan tempat kembalinya orang-orang kafir (setelah meninggal dunia) yaitu tiada lain selain neraka Jahannam. Wallaahua'lam.

Tidak lengkap rasanya kalau sobat belum membaca artikel ini : Tidak ada paksaan memasuki Agama Islam.

Kebahagiaan abadi bagi orang-orang mukmin.

Sedangkan untuk kebahagiaan orang-orang mukmin yaitu telah di jelaskan dalam lanjutan dua ayat tersebut diatas, yaitu ayat ke 198-200 surat ali-imron yang artinya :

198."Tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan-nya, mereka akan mendapat surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya sebagai karunia dari Allah. Dan apa yang di sisi Allah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti."

199."Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada yang beriman kepada Allah, dan kepada apa yang di turunkan kepada kamu, dan yang diturunkan kepada mereka, karena mereka berendah hati kepada Allah, dan mereka tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."

200."Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung."

Sedangkan maksud dari tiga ayat tersebut ialah bahwasannya orang-orang yang beriman (mukmin) akan mendapat balasan kebahagiaan yang abadi, yaitu surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, dan mereka (orang-orang mukmin) kekal di dalan surga sebagai karunia dari Allah. Dan diantara ahli kitab yang beriman kepada Allah, yang berendah hati kepada Allah, dan tidak memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga murah, maka mereka akan memperoleh pahala di sisi Tuhan-nya. Dan yang terakhir Allah menyuruh orang-orang beriman agar supaya bersabar, menguatkan kesabaran, selalu waspada, dan bertakwa kepada Allah agar orang-orang beriman beruntung, dan mendapatkan Ridho Allah untuk mendapatkan surganya. Amiin Yaa Robbal Aalamiin.

Mungkin cukup sekian apa yang dapat saya sampaikan kepada sobat sekalian. Terima Kasih dan terus tingkatkan keimanan.
Baca selengkapnya

Tuesday, 22 March 2016

Tidak ada paksaan memasuki Agama Islam

Tidak ada paksaan memasuki Agama Islam

Seperti yang telah dijelaskan dalam Al-Qur'an Surat Al-Baqarah ayat 256 yang artinya "Tidak ada paksaan dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan) antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat. Barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui."

Dalam ayat diatas Allah telah berfirman bahwasannya tidak ada paksaan untuk masuk atau mengikuti agama Islam, karena, agama Islam dan agama yang lain jelas berbeda, karena sesungguhnya jalan yang benar dan jalan yang sesat itu sudah jelas perbedaanya. Maka dalam ayat tersebut telah di tegaskan bahwa 'Barangsiapa ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh, dia telah berpegang (teguh) pada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus.' Maka sudah jelas bahwa barangsiapa yang meninggalkan dari menyembah selain Allah (Thaghut) dan beriman kepada Allah, maka dia (yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah) telah berpegang teguh pada tali yang sangat kuat dan tidak akan putus tali tersebut. Atau juga bisa diartikan mempunyai keimanan yang kuat karena telah beriman kepada Allah dan meninggalkan Thaghut. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.

Dalam lanjutan ayat tersebut diatas yaitu surat Al-Baqarah ayat 257 yang juga ada hubungannya dengan hal ini yang artinya "Allah pelindung orang yang beriman. Dia Mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman). Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya."

"Allah pelindung orang yang beriman. Dia Mengeluarkan mereka dari kegelapan kepada cahaya (iman)." Dalam potongan ayat tersebut telah jelas bahwa pelindung orang-orang beriman adalah Allah. Dan Allah menuntun mereka (orang-orang yang beriman) dari jalan kegelapan kepada cahaya (keimanan) atau bisa disebut jalan yang benar. sedangkan dalam potongan ayat "Dan orang-orang kafir, pelindung-pelindungnya adalah setan, yang mengeluarkan mereka dari cahaya kepada kegelapan. Mereka adalah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya." Di potongan ayat tersebut sudah tertera bahwasannya pelindung orang kafir yaitu adalah setan, yang menuntun mereka ke jalan yang sesat. Dan jika mereka (orang-orang kafir) telah disesatkan jalannya oleh setan, maka tempat mereka adalah di neraka, dan mereka kekal di dalamnya.

Jadi, kesimpulan dari dua ayat tersebut yaitu sesungguhnya tidak pernah ada paksaan memasuki Agama islam, di karenakan, jalannya orang-orang yang benar dan orang-orang yang sesat itu sudah jelas berbeda, dan bagi orang-orang yang beriman (orang-orang yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah) maka tiada balasan lain selain Syurga bagi mereka. Sedangkan bagi orang-orang kafir, maka tiada balasan buat mereka selain Neraka.

Sekian mungkin sedikit pengarahan dan penjelasan yang saya ketahui yang bersumber dari Al-Qur'an. Terima kasih.
Baca selengkapnya